![]()
Asseelahcharity.net, Sragen- Bekerjasama dengan Yayasan Ash Shilah, Sheikh Thani bin Abdullah Foundation for Humanitarian Services (RAF) dengan izin Allah Ta’ala pada hari Sabtu (20/8) meresmikan Pesantren Yatim Al Bayan.
Acara peresmian dihadiri oleh utusan Raf Foundation, Ir. Shalih bin Hamd Al Marri dan Dr. Ali Al Qalishi; Duta Besar Negara Qatar yang diwakili oleh sekretarisnya Mr. Hamd bin Khalid Asy Syu’aiby; Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati; Pembina Yayasan Ash Shilah, Ali Husein Ali Al Sa’dy; Pembina Pesantren Baitul Qur`an dan juga sebagai pengelola Pesantren Yatim Al Bayan, Dr. Mushlih Abdul Karim; juga tamu undangan penting lainnya.
Dalam sambutannya, Ir. Shalih bin Hamd Al Marri menyampaikan program ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan anak-anak yatim di penjuru dunia, sebab selain di Sragen, Raf Foundation juga sebelumnya telah mendirikan pesantren yatim di Sumatera Utara. Dalam waktu dekat Raf Foundation juga akan membangun pesantren yatim di Purwakarta. Pesanten Yatim yang didirikan Raf Foundation juga telah tersebar di sejumlah negara di Asia Tenggara dan Timur Tengah.
“Sebagai yayasan yang bergerak dibidang kemanusian merupakan komitmen kami untuk terus membina anak yatim,” tuturnya saat meresmikan Pesantren Yatim Al Bayan di Desa Dawung, Sambirejo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.
Mr. Hamd bin Khalid Asy Syu’aiby selaku sekretaris Duta Besar Qatar dalam sambutannya menyampaikan bahwa kedutaan Qatar senantiasa mendukung kerja keras yayasan-yayasan di Qatar dalam melaksanakan program pengembangan ekonomi dan sosial untuk kemaslahatan masyarakat Indonesia.
Sementara itu Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati yang turut hadir dalam peresmian mengatakan, “Kami berharap kerjasama dengan Raf Foundation terus terjalin dan bukan saja di pendidikan tapi pada hal lainnya terutama untuk pengentasan kemiskinan.”
Ia mengatakan saat ini ada sekitar seratusan pesantren yang ada di Sragen. Namun baru sebagian kecil pesantren berbasis boarding school yang membuka kesempatan untuk anak yatim piatu kurang mampu. “Sebab itu kami membuka keran selebar-lebarnya bagi donatur, pengusaha untuk meningkatkan pendidikan di Sragen sebab kalau mengandalkan APBD saja tidak cukup,” tuturnya.
Dalam sambutannya sebagai pembina Yayasan Ash Shilah, Ali Husein Ali Al Sa’dy menyampaikan bahwa pembangunan Pesantren Yatim Al Bayan bukanlah program pertama dan terakhir dari bantuan yang diberikan oleh muhsinin Qatar untuk masyarakat di Indonesia. Hal ini terbukti dengan adanya berbagai program bantuan yang telah didonasikan melalui Raf Foundation diantaranya berupa santunan rutin untuk ratusan anak yatim. Juga dengan diresmikannya pesantren semisal pada tahun sebelumnya yaitu Pesantren Yatim Fahd Al Mani’ di Sumatera Barat dan yang masih dalam proses pembangunan Pesantren Yatim Ummu Kholid di Jawa Barat.
Di akhir sambutan beliau menyampaikan terima kasih kepada donatur, Hamlah Haji Al Bayan tahun 1435 H, atas donasinya membangun pesantren yatim ini; juga kepada Raf Foundation yang telah berkhidmat untuk Islam dan kaum muslimin terutama di Indonesia; dan kepada pemerintahan Indonesia yang telah memberikan berbagai kemudahan dalam membantu sampainya bantuan kepada penerimanya; serta kepada Kedutaan Qatar di Jakarta dan setiap orang yang telah memberikan dukungannya untuk keberlangsungan program tersebut.
Pimpinan Ponpes Baitul Qur’an, Dr. Muslih Abdul Karim Lc. mengungkapkan Pesantren Yatim Al Bayan memiliki konsep pesantren, dimana anak yatim akan ditempa dengan ilmu agama khususnya Al Quran. Sementara itu mereka juga akan mendapatkan pendidikan sekolah umum. Mereka kata beliau tidak dibebani biaya apapun.
Pesantren Yatim Al Bayan didirikan di atas lahan seluas 2.899 meter persegi dengan fasilitas berupa masjid, tempat wudhu dan kamar mandi, tiga ruang kelas, kantor, laboratorium komputer, perpustakaan, klinik, tiga ruang asrama, rumah guru, rumah tamu, dapur dan restoran, sumur artesis, yang dilengkapi dengan furnish setiap bangunan juga bus sebagai alat transportasi yatim serta dana operasional selama setahun penuh. (Admin)
























