Yayasan Ash-Shilah bekerjasama dengan Dewan Dakwah Ramaikan Kegiatan Ramadhan

Kedatangan bulan Ramadhan 1431 H kali ini mengandung beberapa kekhususan baik bagi Indonesia maupun Aceh. Karena dalam ramdhan tahun ini sekaligus diikuti dengan peringatan HUT Kemerdekan RI ke-65, ulangTahun MoU Helsinki yang ke-4. Khusus untuk Aceh lagi terkait dengan proses pelaksanaan Syari’at Islam di Aceh yang sudah memasuki usia yang kedelapan tahun.

Khusus Dewan Da’wah Aceh yang fokus pada upaya membantu pemerintah dalam proses percepatan pelaksanaan syariat Islam di Aceh, bulan Ramadhan tahun ini diisi dengan sejumlah kegiatan keagamaan, di antaranya: Daurah Syariat Islam bagi aparat gampong dan Remaja se-Kecamatan Titeu pada Tanggal 2- 6 Ramadhan 1431 H.

Kegiatan di atas dilaksanakan karena ada Indikasi yang secara kasat mata dilihat belum ada perbedaan yang signifikan antara kondisi sebelum dan sesudah Aceh menerapkan syari’at Islam.

Peserta Kegiatan ini terdiri dari tokoh-tokoh kunci (key-person) mewakili aparatur desa, perempuan, imam dan pimpinan dayah/pesantren, Kepala sekola dengan rincian masing-masing desa diwakili oleh 7 orang, sehingga total peserta 100 orang. Sementara untuk Remaja, diikuti oleh pelajar SMP dan SMA serta pemuda/remaja sejumlah 60 orang

Daurah ini ini dipusatkan di Kecamatan Titeu Kabupaten Pidie, pada tanggal 12 – 16 Agustus 2010, dengan rincianKelas Dewasa, Sesi Siang belajar Ba’da Shalat Dhuhur s/d Shalat Ashar. Sesi Malam belajar Ba’da Tarawih (21.30) s/d 12.00 wib. Sedangkan Kelas Remaja Belajar siang jam 08.00 s.d 16.00.

Daurah ini merumuskan rekomendasi draft rancangan qanun Pembangunan Gampong Islami untuk pelaksanaan syariat Islam di masing-masing gampong sebagai salah satu kerja tindak lanjut dari daurah.

Draft ini akan ditindak lanjuti menjadi qanun ditingkat gampong yang mengatur hal-hal yang perlu, boleh dan tidak boleh dilakukan, lembaga pelaksana atau penanggungjawab, bentuk sanksi dan hukuman bagi pelanggar dalam rangka menjalankan syariat Islam di gampong baik berkaitan dengan ibadah, muamalah, pendidikan dan kesejahteraan warga gampong sebgai wujud dari gampong islami. Aturan dalam draft qanun ini sifatnya penjabaran lebih detail dari qanun-qanun yang ada tentang pelaksanaan syariat Islam yang dikhususkan untuk gampong-gampong dalam Kecamatan Titeue Kabupaten Pidie.

Sebelum melahirkan rekomendasi rancangan Pembangunan Gampong Islami, para peserta daurah yang terdiri dari, keusyik, tuha peut, imam meunasah, tokoh pemuda dan perempuan, telah dibahani dengan sejumlah materi tentang konsep syariat Islam, pelaksanaan syariat Islam di Aceh (sejarah, landasan hukum, sarana pendukung, lembaga penanggungjawab dll), update informasi syariat Islam di Aceh (apa yang sudah dilaksanakan, yang sedang dan belum dilaksanakan), pro kontra pelaksanaan syariat Islam di Aceh (dalam rangka meluruskan isu-isu miring tentang syariat Islam), problematika pelaksanaan syariat Islam di Aceh, Fiqhul Ikhtilaf, respon terhadap perbedaan pendapat dalam hukum Islam.

Pembahanan peserta disampaikan oleh pemateri yang professional di bidangnya antara lain; Dr. Syukri M. Yusuf, Lc, MA (Dinas Syariat Islam Provinsi Aceh), Dr. Munawar A. Djalil, MA (Dinas Syariat Islam Kabupaten Pidie), Dr. Iskandar Budiman, M.CL (Direktur STAI Malikus Saleh/Wakil Ketua Dewan Da’wah Aceh), Dr. Muhammad AR, M.Ed (Dosen Fakultas Tarbiyah IAIN/ Wakil Ketua Dewan Da’wah Aceh), Ajidar Matsyah, Lc, MA (pimpinan Ma’had Aly INSIS Samudera Pase), Junaidi, Lc (ketua Dewan Da’wah Pidie Jaya), Ghazali Abbas Adan (mantan anggota DPR- RI/Pengamat pelaksanan Syariat Islam di Aceh), Hasanuddin Yusuf Adan, MA., M.CL (Dosen Fakultas Syariah/Ketua Dewan Da’wah Aceh), Wirzaini USman,S,Ag (Mantan Jubir Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh), Drs. Zulkarnen Gamal (Ketua Pinbuk Aceh/Majlis Syura Dewan Da’wah Aceh)

Kegiatan yang dilaksanakan Pengurus Dewan Da’wah Aceh yang bekerjasama dengan Pemerintah Kecamatan Titeu, Yayasan Syeikh Eid Qatar dan Yayasan Ash-Shilah serta didukung oleh Bank Muamalat dan pengurus Masjid Al-Ikhlas Titeue merupakan pilot proyek untuk memulai percepatan pelaksanaan syariat Issam dari gampong-gampong. Dewan Da’wah Aceh akan memfasilitasi kembali pertemuan dengan semua stakeholder masyarakat Titeue sehingga melahirkan Qanun untuk pelaksanaan syariat Islam di gampong. Kalau kegiatan di Kecamatan Titeue ini berhasi, maka akan dilaksanakan di kecamatan lain di seluruh Aceh.

Selain daurah tersebut, paket kegiatan ramadhan Dewan Da’wah Aceh diisi dengan; Pelantikan Dewan Da’wah Aceh Utara Dan Pelatihan Da’i pada 14-16 Ramadhan, Pelantikan Dewan Da’wah Pidie Jaya Dan Workshop Tentang Baitul Mal pada 17-18 Ramadhan, Ceramah Di Acara “Hikmah Berbuka” Radio Baiturrahman, 1-29 Ramadhan, Safari Ramadhan Di Banda Aceh Dan Aceh Besar 1-29 Ramadhan dan Iftar Jama’i (Buka Puasa Bersama).

Selain itu, diadakan juga pembagian paket sembako kepada 45 KK kaum dhuafa yang dipusatkan di kompleks masjid dan markaz Dewan Da’wah di Gampong Rumpet Kecamatan Krueng Barona Jaya Aceh Besar. Paket sembako yang berisikan beras 10 Kg, gula 5 Kg, Tepung Terigu 2 Kg, Minyak Bimoli 2 Kg, Susu 2 Kaleng, Sirup 2 botol, indomie 10 bungkus dan 1 botol kecap dibagikan kepada kaum dhuafa yang ada di Gampong Rumpet.

Keusyik Gampong Rumpet, mewakili warganya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pengurus Dewan Da’wah Aceh atas dipilihnya gampong Rumpet sebagai lokasi penyaluran bantuan sembako yang berasal dari Yayasan Ash-Shilah tersebut. Apalagi, Dewan Da’wah Aceh telah memutuskan untuk membangun markaz barunya dan masjid di gampong kami, semoga ukhuwah ini dapat terus dipererat untuk selama-lamanya, demikian Keusyik Rumpet menyudahi sambutannya.